Menjelang Prahara


Menjelang Prahara I


Langit di atas bumiku menghitam
Cuaca bertabrakan
Kemarau dan pengujan memberontak
Bergumul menjadi satu
Keserakahan merajalela
Nyawa tiada berharga

Tuhan tidak lagi Esa

Manusia menjadi tuhan-tuhan baru
Tuhan menjadi pembenaran
Tuhan ada dalam persepsi

Manusia saling menyalahkan
Saling berebut kebenaran.
Saling berebut Tuhan.

Tuhan yang mana yang paling benar?

Solo, 17 Juli 2001



Menjelang Parahara II


Sementara mereka mempersiapkan pedang
Sementara mereka mempersiapkan senapan
Sementara mereka mempersiapkan strategi
Sementara mereka mempersiapkan lidah
Sementara mereka mengasah undang-undang
Sementara mereka mempersiapkan pertempuran

Yang kusiapkan hanya Satu
“Kasih sayang”

Solo, 17 Juli 2001

0 Komentar: